Selasa, 30 April 2019

Akademisi IAIN Parepare; Sebaiknya Masa Jabatan Politik Dibatasi Satu Periode


Humas IAIN Parepare---- Pemilu serentak 2019 menyisakan berbagai persoalan yang sedang disorot, bukan hanya oleh politisi tetapi juga para akademisi. Salah satunya datang dari akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Syafaat Anugrah yang menyoal masa jabatan politik di lembaga eksekutif. Kandidat Doktor Hukum Tata Negara termuda (25 tahun) Universitas Hasanuddin ini, mengusulkan agar periodisasi masa jabatan politik, khususnya presiden dan wakil presiden, gubernur dan wakil gubernur, walikota dan wakil walikota atau bupati dan wakil bupati cukup satu periode saja.










Gagasan tersebut diungkapkannya saat menjadi narasumber dalam acara bedah buku yang berjudul "Membangun Tatanan Negara Berdasarkan Ideologi dan Konstitusi" karya Dosen senior, sekaligus Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Islam, IAIN Parepare, Yasin Soumena, Senin, 29 April di Lantai 5 Gedung Perpustakaan IAIN Parepare.










Menurut dia, regulasi tentang masa jabatan presiden dan wakil presiden serta kepala daerah ditinjau dan dilakukan revisi. Idealnya, setiap orang hanya dibolehkan menjadi kepala pemerintahan baik pada tingkat pusat mau pun daerah sebanyak satu periode saja dengan masa pemerintahan selama tujuh tahun. Syafaat menjelaskan, alasan dirinya meminta regulasi itu untuk diubah, supaya bisa menciptakan seorang kepala pemerintahan yang kerjanya fokus memikirkan kesejahteraan rakyat, bukan memikirkan bagaimana cara mempertahankan sebuah kekuasaan.






"Setelah mereka dilantik, mereka bukan berpikir bagaimana mereka mempertahankan kekuasaannya di periode ke depan. Tapi bekerja bersungguh-sungguh memenuhi janjinya kepada rakyat. Penambahan masa jabatan selama 7 tahun akan memberikan keleluasaan dan ruang gerak kepada mereka untuk merancang dan menuntaskan program pembangunannya." papar pria kelahiran Pinrang, yang telah menulis 4 buku dalam usia yang masih belia.






Selain itu, kata dia, pembatasan pencalonan presiden, gubernur, walikota atau bupati hanya satu periode, juga bakal melahirkan sebuah pemilu yang akan berlangsung secara adil dan jujur. Sebab, ia menilai apabila ada calon petahana di dalam sebuah pesta demokrasi, maka potensi terjadinya kecurangan sangat besar. Dalam pengamatannya terhadap kontestasi pilpres maupun pilkada yang digelar selama ini, kehadiran petahana menjadi sumber masalah, khususnya dalam hal penyalagunaan kekuasaan, ketidaknetralan birokrasi (ASN), mobilisasi dan konsolidasi aparat, baik polisi atau pun TNI. "Jika petahana tidak ada, maka pemilu akan berlangsung jujur dan adil" tandasnya.






Sementara Yasin Soumena yang dimintai tanggapannya terkait pemilihan langsung berpendapat, jika dirinya tidak pernah menyetujui pemilihan langsung. Dosen mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan ini menilai, pemilihan langsung tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.


Seminar Nasional, Kolaborasi 2 Fakultas Hadirkan Praktisi Ekonomi


IAIN Parepare--- Himpunan Mahasiswa Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar seminar nasional dan silaturahmi BEM Fakultas/ HMJ se Sulawesi Selatan dengan tema Implementasi Bisnis Syariah di Era Digital.













Dilaksanakan di Auditorium IAIN Parepare, Selasa (30/04), kegiatan ini diikuti ratusan peserta mulai dari kalangan mahasiswa IAIN Parepare sendiri, dosen, umum, dan delegasi dari (Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas atau Humpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) se Sulawesi Selatan.





Ketua pelaksana kegiatan Adriansyah menjelaskan kegiatan ini berlangsung selama dua hari, hari pertama kegiatan seminar nasional kemudian hari berikutnya rabu, 1 Mei 2019 kegiatan silaturahmi BEM Fakultas se Sulawesi Selatan.





"Kegiatan ini dilaksanakan agar kita sebagai mahasiswa di lembaga ekonomi syariah pada khususnya dapat mengetahui bagaimana cara mengimplementasikan bisnis syariah di era digital," jelas Adriansyah, Ketua Pelaksana.














Seminar Nasional tersebut dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Siti Jamilah Amin, M.Ag.





"Saya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan ini, banyak hal yang mereka lalui untuk sampai pada tahap terlaksananya kegiatan ini," ucapnya.









Selain itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. Kamal Zubair mengungkapkan kegiatan seminar ini merupakan hasil kolaborasi dua fakultas yakni Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Isalam dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang dimotori oleh Himpunan mahasiswa jurusan Syariah dan Ekonomi Islam.





"Seminar nasional hari ini sangat luar biasa, di mana kegiatan besar ini awalnya ditargetkan lima ratus peserta tetapi yang hadir melebihi ekspektasi sekitar seribuan lebih peserta yang hadir," ucapnya.









Hadir narasumber dari praktisi ekonomi dari berbagai latar belakang keahlian, di antaranyaDr. H.M. Dawud Arif Khan, S.E., M.Si. AK,CPA, (Dewan Syariah MUI Jakarta dan Pakar Akutansi Syariah), Dr. Andi Mattigaragau Tenrigau,SE.,M.Si. (Wakil Rektor I Universitas Andi Jemma Palopo) dan Dani Surya Sinaga (Direktur pengawas lembaga jasa keuangan OJK Kr 6 Sulawesi, Maluku dan Papua). (Ak)














Bedah Buku, Yasin Soumena; Banyak yang Pahami HAM Sebatas Konsep


Humas IAIN Parepare--- Yasin Soumena tampil memukau
saat membedah dan mengulas bukunya sendiri yang berjudul “Membangun Tatanan
Negara Berdasarkan Idiologi dan Konstitusi” pada acara bedah buku yang digelar
oleh pengelola Perpustakaan di Lantai 5 Gedung Perpustakaan IAIN Parepare, 29
April. Buku setebal 330 halaman yang laris manis dikalangan akademisi,
khususnya para mahasiswa ini mengurai secara detail berbagai pandangan dan konsepsi
idiologi, konstitusi, demokrasi, wawasan kebangsaan, dll.









Yasin Soumena mengatakan bahwa dalam bukunya mengurai
berbagai persfektif tentang idiologi. “Idiologi merupakan pemikiran manusia,
tetapi tidak semua pemikiran manusia bisa disebut sebagai idiologi. Pemikiran
mewujud sebagai idiologi jika dirumuskan menjadi sistem yang sempurna yang
meliputi sosial, politik, hukum dan budaya. Idiologi hadir untuk menjawab
tantangan-tantangan yang bersifat konkrit” urai dosen mata kuliah Pancasila,
yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan FEBI. Menurutnya, dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara, para founding father kita merumuskan Pancasila sebagai
idiologi bangsa dan negara.“Pancasila merupakan pandangan hidup yang menjadi
pedoman dan dasar negara. Pancasila sebagai dasar negara, itu berarti Pancasila
menjadi sumber dari segala sumber kehidupan berbangsa dan bernegara.
Nilai-nilai Pancasila harus termanifestasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat.”
paparnya.









Dosen kelahiran Maluku ini, mencontohkan implementasi nilai-nilai Pancasila yang berhasil membangun tatanan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. ”Beberapa waktu yang lalu, kami sekeluarga melaksanakan shalat Idul Fitri di Makassar. Lokasi masjid berdekatan Gereja. Saat itu, pelaksanaan shalat Idul Fitri juga bertepatan pada hari Ahad bersamaan dengan pelaksanaan ibadah di Gereja. Jamaah Idul Fitri membludak, tidak tertampung di Masjid lagi. Akhirnya Jamaah Gereja yang melihat itu, langsung mempersilahkan orang Muslim untuk memanfaatkan halaman Gereja untuk dipergunakan shalat,” kisah Yasin menceritakan pengalamannya tentang pengamalan Pancasila, khususnya sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.









“Dalam buku ini, juga berbicara tentang demokrasi.
Bagaimana membangun warga negara yang demokratis? Masyarakat yang demokratis
adalah masyarakat yang miliki rasa keterbukaan, empati, 
hormat,
kritis, rasional dan kemauan membuka dialog. Salah satu subtansi dari
masyarakat yang demokrasi adalah masyarakat yang melaksanakan hakikat Hak Asasi
Manusia (HAM). Hakikat HAM merupakan keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Seseorang tidak boleh memenuhi haknya tetapi mengorbankan atau mengganggu hak
orang lain. HAM itu merupakan keseimbangan antara hak individu dengan individu
lainnya, tidak bisa saling bertentangan,” paparnya serius.









Menurutnya, banyak orang yang memahami HAM hanya sebatas konsep belaka, lupa hakikat HAM itu sendiri sebagai suatu kesimbangan. “Artinya ketika kita menjalankan hak kita maka hak orang lain juga jalan. Jangan hak kita dijalankan baru hak orang lain dikorbankan. Hal yang demikian itu, bukanlah esensi HAM yang ada pada diri kita,”tegasnya.   





Dalam teori HAM, Yasin merujuk dan mengembangkan pemikiran Baharuddi Lopa. Menurutnya subtansi HAM dalam pandangan Baharuddin Lopa adalah keseimbangan. Banyak masalah yang timbul dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara karena kita tidak menjalankan subtansi HAM secara seimbang. “Silahkan jalankan hak anda, tapi jangan mengorbankan hak orang lain. Intinya dalam hak anda, ada hak orang lain” tegasnya mengingatkan.





Sementara, Syafaat Anugrah yang menjadi narasumber pembanding memberikan penilaian terhadap buku, yang menurutnya cukup sempurna. “Secara subtansi, buku karangan Yasin Soumena ini sudah memenuhi syarat sebagai buku rujukan karena telah menggunakan semua pendekatan dalam kajian ilmu hukum tata negara. Pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam kajian hukum tata negara, yaitu filosofis, normatif, sosiologis, dan historis dan buku ini runtut dalam pendekatan kajian buku ini”, kata dosen IAIN Parepare yang masih berstatus CPNS, tetapi telah mengarang dan menerbitkan 4 bukunya tentang ilmu hukum tata negara. (s.s.)


Senin, 29 April 2019

Bedah Buku, Upaya Peningkatan Hasrat Menulis Civitas Akedemik


IAIN Parepare--- Perpustakaan IAIN Parepare melaksanakan kegiatan bedah buku selama dua hari di Lantai lima Gedung Perpustakaan, Senin (29/04). Dengan tema memantik animo menulis bagi civitas akademik melalui hasil pikir dan karya tulis dosen IAIN Parepare.









Ketua panitia Sirajuddin, mengungkapkan terdapat empat judul buku dosen yang akan dibedah yaitu buku Pengaruh Paham Keagamaan Terhadap Etos Kerja Pedagang Muslim: Suatu Kajian Teologi, Buku Membangun Tatanan Negara, Buku Pembelajaran Cinta Lingkungan dan Buku Konstruksi Ideologi Analisis Wacana Keagamaan: Jaringan Islam Liberal.













Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Siti Jamilah Amin.





Dalam sambutannya, Jamilah mengatakan sangat tertarik dengan tema yang diusung oleh panitia bedah buku. Panitia dapat melihat kegelisahan mengenai sedikitnya animo menulis dari dosen.





Menanggapi hal tersebut, pada tahun ini Rektor IAIN Parepare juga telah mencanangkan program penerbitan 100 judul buku daras yang terbagi ke empat fakultas.





“Saya mempercayai menulis itu adalah sebuah kegiatan intelektual bagi dosen-dosen dan mahasiswa. Ide-ide intelektual yang ada di kepala kita dapat dituangkan dalam bentuk tulisan salah satu caranya adalah dengan menulis buku," ucap Siti Jamilah saat menyampaikan sambutan.









Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan IAIN Parepare, Usman Noer menjelaskan kegiatan bedah buku ini merupakan salah satu program dari unit perpustakaan





"Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan animo dari para dosen untuk bisa membuat karya tulis ilmiah yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku," jelasnya saat diwawancara usai pembukaan.





Dalam kamus besar bahasa Indonesia animo merupakan hasrat dan keinginan yang kuat untuk berbuat, melakukan, atau mengikuti sesuatu.





"Buku tersebut bisa disosialisasikan kepada masyarakat pembaca terutama kepada mahasiswa. Adapun peserta bedah buku berasal dari para dosen dan mahasiswa IAIN Parepare serta tamu undangan yang berasal dari perpustakaan sekolah di kota Parepare," urainya. (Ae)


















"Sebuah karya yang baik apabila karya tersebut itu dipublish"





Dr. Sitti Jamilah Amin, M. Ag, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Parepare




















Pusat Tafsir dan Hadis LPM IAIN Parepare Gelar Workshop Dasar-Dasar Keagamaan


IAIN Parepare--- Pusat Studi Tafsir dan Hadis Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan workshop dasar-dasar keagamaan, Sabtu (27/04).









Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor IAIN Parepare DR. Ahmad Sultra Rustan di ruang training TIPD IAIN Parepare.





Kepala Pusat Studi Tafsir dan Hadis LPM IAIN PArepare, DR. Mukhtar Yunus Lc., M. Th. I mengungkapkan workshop ini dilakukan guna meningkatkan pengetahuan dosen lulusan non Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) mengenai dasar-dasar keagamaan.





Hal ini dilakukan agar pencapaian visi dan misi IAIN Parepare dapat terwujud.

















"Mudah-mudahan dosen lulusan workshop ini dapat mengintegrasikan ilmu pengetahuan agama dan ilmu umum dalam rangka menunjang dalam proses pembelajaran," harap Mukhtar Yunus saat di temui di meeting room LPM, Senin (29/04).





Workshop ini dihadiri 25 peserta yang terdiri dari dosen baru PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan dosen PPNPN (Pegawai Pemerintah non PNS).










Pegumuman Perubahan Jadwal Pelaksanaan Pendaftaran UMPTKIN Tahun 2019


Panitia pelaksana Seleksi Prestasi Akademik Nasional dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-UM PTKIN) mengeluarkan pengumuman tentang perubahan jadwal pelaksanaan pendaftaran Ujian Masuk (UM) PTKIN.





Dalam pengumuman tersebut dituliskan:





  1. Registrasi pendaftaran ditutup tanggal 09 Mei 2019 pukul 16:00 WIB;
  2. Proses pembayaran ditutup tanggal 09 Mei 2019 pukul 24.00 WIB
  3. Finalisasi pendaftaran ditutup tanggal 10 Mei 2019 pukul 16.00 WIB




Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada laman website www.um-ptkin.ac.id






Mahasiswa IAIN Parepare Menjadi Wakil Sulsel pada PPAN 2019 Tingkat Internasional di Jepang


Humas IAIN Parepare--- Sekali layar berkembang pantang surut ke belakang. Petuah Bugis-Makassar ini menggambarkan kegigihan perjuangan mahasiswa IAIN Parepare, Hardiyanti Patangngari. Dua kali gagal pada ajang seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) dua tahun berturut-turut, tak membuatnya patah arang. Tahun 2019, Hardiyanti kembali mempertaruhkan peruntungannya bersama dengan pemuda pemudi Indonesia lainnya dalam ajang ini. Akhirnya, berbekal pengetahuan dan pengalaman, Hardiyanti Patanggari berhasil merebut satu tiket sebagai peserta Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2019 setelah melewati berbagai macam tes yang digelar pada beberapa titik lokasi di Makassar. Hardiyanti lulus mewakili Sulawesi Selatan dalam Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2019 Kementerian Pemuda dan Olahraga RI ke Jepang.









“Saya banyak evaluasi diri setelah ikut seleksi dua tahun lalu
berturut-turut hanya sampai di top five. Dari situ saya terus memperbaiki
apa-apa yang kurang di seleksi pertama juga kedua, dan Alhamdulillah my last
shot ini sangat bersyukur dapat menjadi delegasi utama ke Jepang,” terang
Hardiyanti yang juga Duta Parawisita Kota Parepare, seperti yang dikutip Pijarnews.com,
28 April. Seleksi PPAN Kemenpora RI di Sulawesi Selatan diikuti oleh 120 lebih
peserta dari berbagai daerah. Peserta yang lolos mewakili Sulawesi Selatan
yakni, Hardiyanti Patangngari ke Jepang, Heri Kurniawan ke Singapura, dan St.
Aisyah ke Korea.









Hardiyanti Patangngari adalah mahasiswa IAIN Parepare yang baru menyelesaikan studinya dua bulan lalu pada Fakultas Tarbiyah Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Dalam lingkungan kampus, Hardiyanti dikenal oleh rekan dan dosennya sebagai sosok mahasiswa yang cerdas dan berprestasi. “Dia mahasiswa yang rajin, cerdas dan cukup berprestasi. Kemampuan komunikasi dan bahasanya cukup baik, khususnya bahasa Inggris. Dalam catatan akademik, Hardiyanti menyelesaikan studinya dengan IPK 3,91. Selain prestasi akademik, dia juga aktif dalam kegiatan organisasi dan pernah terpilih sebagai Duta Parawisata Kota Parepare” kata Mujahidah, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris saat dimintai testimonya di ruang kerjanya, 29 April.





Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Muhammad Saleh ketika dikonfirmasi menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh salah satu mahasiswanya tersebut. “Kita bangga, jika mahasiswa atau pun alumni kita bisa berprestasi di luar. Itu berarti mereka berhasil memperoleh bekal pengetahuan melalui proses pembelajaran di kampus ini”, katanya mengapresiasi.





Kegiatan Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) merupakan program
nasional yang diselenggarakan
oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dengan pemerintah di negara tujuan. Program
ini sudah berlangsung selama +/- 40 tahun dan sudah melahirkan banyak alumni,
di antaranya adalah Azyumardi Azra (mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta/cendekiawan muslim), AM Fachir (Wakil Menteri Luar Negeri RI), Fasli
Jalal (Wakil Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI), A. Fuadi (penulis novel
Negeri 5 Menara), dan Andrie Djarot (host Redaksi Pagi Trans 7).





Sejauh ini, ada tujuh program pertukaran yang tergabung dalam
PPAN. Indonesia-Canada Youth Exchange Program (ICYEP) dengan tema community development, Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) dengan
tema professionalism, Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) dengan
tema media and culture, Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP)  dengan
tema cross-cultural understanding, Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP) dengan tema entrepreneurship, dan Ship for Southeast Asian Youth Program (SSEAYP) dengan
tema leadership. Satu program baru – ASEAN Students Visit India (ASVI) –
fokus pada inovasi di bidang pendidikan dan teknologi. (s.s.).