Selasa, 30 April 2019

Akademisi IAIN Parepare; Sebaiknya Masa Jabatan Politik Dibatasi Satu Periode


Humas IAIN Parepare---- Pemilu serentak 2019 menyisakan berbagai persoalan yang sedang disorot, bukan hanya oleh politisi tetapi juga para akademisi. Salah satunya datang dari akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Syafaat Anugrah yang menyoal masa jabatan politik di lembaga eksekutif. Kandidat Doktor Hukum Tata Negara termuda (25 tahun) Universitas Hasanuddin ini, mengusulkan agar periodisasi masa jabatan politik, khususnya presiden dan wakil presiden, gubernur dan wakil gubernur, walikota dan wakil walikota atau bupati dan wakil bupati cukup satu periode saja.










Gagasan tersebut diungkapkannya saat menjadi narasumber dalam acara bedah buku yang berjudul "Membangun Tatanan Negara Berdasarkan Ideologi dan Konstitusi" karya Dosen senior, sekaligus Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Islam, IAIN Parepare, Yasin Soumena, Senin, 29 April di Lantai 5 Gedung Perpustakaan IAIN Parepare.










Menurut dia, regulasi tentang masa jabatan presiden dan wakil presiden serta kepala daerah ditinjau dan dilakukan revisi. Idealnya, setiap orang hanya dibolehkan menjadi kepala pemerintahan baik pada tingkat pusat mau pun daerah sebanyak satu periode saja dengan masa pemerintahan selama tujuh tahun. Syafaat menjelaskan, alasan dirinya meminta regulasi itu untuk diubah, supaya bisa menciptakan seorang kepala pemerintahan yang kerjanya fokus memikirkan kesejahteraan rakyat, bukan memikirkan bagaimana cara mempertahankan sebuah kekuasaan.






"Setelah mereka dilantik, mereka bukan berpikir bagaimana mereka mempertahankan kekuasaannya di periode ke depan. Tapi bekerja bersungguh-sungguh memenuhi janjinya kepada rakyat. Penambahan masa jabatan selama 7 tahun akan memberikan keleluasaan dan ruang gerak kepada mereka untuk merancang dan menuntaskan program pembangunannya." papar pria kelahiran Pinrang, yang telah menulis 4 buku dalam usia yang masih belia.






Selain itu, kata dia, pembatasan pencalonan presiden, gubernur, walikota atau bupati hanya satu periode, juga bakal melahirkan sebuah pemilu yang akan berlangsung secara adil dan jujur. Sebab, ia menilai apabila ada calon petahana di dalam sebuah pesta demokrasi, maka potensi terjadinya kecurangan sangat besar. Dalam pengamatannya terhadap kontestasi pilpres maupun pilkada yang digelar selama ini, kehadiran petahana menjadi sumber masalah, khususnya dalam hal penyalagunaan kekuasaan, ketidaknetralan birokrasi (ASN), mobilisasi dan konsolidasi aparat, baik polisi atau pun TNI. "Jika petahana tidak ada, maka pemilu akan berlangsung jujur dan adil" tandasnya.






Sementara Yasin Soumena yang dimintai tanggapannya terkait pemilihan langsung berpendapat, jika dirinya tidak pernah menyetujui pemilihan langsung. Dosen mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan ini menilai, pemilihan langsung tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.


Seminar Nasional, Kolaborasi 2 Fakultas Hadirkan Praktisi Ekonomi


IAIN Parepare--- Himpunan Mahasiswa Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar seminar nasional dan silaturahmi BEM Fakultas/ HMJ se Sulawesi Selatan dengan tema Implementasi Bisnis Syariah di Era Digital.













Dilaksanakan di Auditorium IAIN Parepare, Selasa (30/04), kegiatan ini diikuti ratusan peserta mulai dari kalangan mahasiswa IAIN Parepare sendiri, dosen, umum, dan delegasi dari (Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas atau Humpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) se Sulawesi Selatan.





Ketua pelaksana kegiatan Adriansyah menjelaskan kegiatan ini berlangsung selama dua hari, hari pertama kegiatan seminar nasional kemudian hari berikutnya rabu, 1 Mei 2019 kegiatan silaturahmi BEM Fakultas se Sulawesi Selatan.





"Kegiatan ini dilaksanakan agar kita sebagai mahasiswa di lembaga ekonomi syariah pada khususnya dapat mengetahui bagaimana cara mengimplementasikan bisnis syariah di era digital," jelas Adriansyah, Ketua Pelaksana.














Seminar Nasional tersebut dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Siti Jamilah Amin, M.Ag.





"Saya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan ini, banyak hal yang mereka lalui untuk sampai pada tahap terlaksananya kegiatan ini," ucapnya.









Selain itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. Kamal Zubair mengungkapkan kegiatan seminar ini merupakan hasil kolaborasi dua fakultas yakni Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Isalam dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang dimotori oleh Himpunan mahasiswa jurusan Syariah dan Ekonomi Islam.





"Seminar nasional hari ini sangat luar biasa, di mana kegiatan besar ini awalnya ditargetkan lima ratus peserta tetapi yang hadir melebihi ekspektasi sekitar seribuan lebih peserta yang hadir," ucapnya.









Hadir narasumber dari praktisi ekonomi dari berbagai latar belakang keahlian, di antaranyaDr. H.M. Dawud Arif Khan, S.E., M.Si. AK,CPA, (Dewan Syariah MUI Jakarta dan Pakar Akutansi Syariah), Dr. Andi Mattigaragau Tenrigau,SE.,M.Si. (Wakil Rektor I Universitas Andi Jemma Palopo) dan Dani Surya Sinaga (Direktur pengawas lembaga jasa keuangan OJK Kr 6 Sulawesi, Maluku dan Papua). (Ak)














Bedah Buku, Yasin Soumena; Banyak yang Pahami HAM Sebatas Konsep


Humas IAIN Parepare--- Yasin Soumena tampil memukau
saat membedah dan mengulas bukunya sendiri yang berjudul “Membangun Tatanan
Negara Berdasarkan Idiologi dan Konstitusi” pada acara bedah buku yang digelar
oleh pengelola Perpustakaan di Lantai 5 Gedung Perpustakaan IAIN Parepare, 29
April. Buku setebal 330 halaman yang laris manis dikalangan akademisi,
khususnya para mahasiswa ini mengurai secara detail berbagai pandangan dan konsepsi
idiologi, konstitusi, demokrasi, wawasan kebangsaan, dll.









Yasin Soumena mengatakan bahwa dalam bukunya mengurai
berbagai persfektif tentang idiologi. “Idiologi merupakan pemikiran manusia,
tetapi tidak semua pemikiran manusia bisa disebut sebagai idiologi. Pemikiran
mewujud sebagai idiologi jika dirumuskan menjadi sistem yang sempurna yang
meliputi sosial, politik, hukum dan budaya. Idiologi hadir untuk menjawab
tantangan-tantangan yang bersifat konkrit” urai dosen mata kuliah Pancasila,
yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan FEBI. Menurutnya, dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara, para founding father kita merumuskan Pancasila sebagai
idiologi bangsa dan negara.“Pancasila merupakan pandangan hidup yang menjadi
pedoman dan dasar negara. Pancasila sebagai dasar negara, itu berarti Pancasila
menjadi sumber dari segala sumber kehidupan berbangsa dan bernegara.
Nilai-nilai Pancasila harus termanifestasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat.”
paparnya.









Dosen kelahiran Maluku ini, mencontohkan implementasi nilai-nilai Pancasila yang berhasil membangun tatanan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. ”Beberapa waktu yang lalu, kami sekeluarga melaksanakan shalat Idul Fitri di Makassar. Lokasi masjid berdekatan Gereja. Saat itu, pelaksanaan shalat Idul Fitri juga bertepatan pada hari Ahad bersamaan dengan pelaksanaan ibadah di Gereja. Jamaah Idul Fitri membludak, tidak tertampung di Masjid lagi. Akhirnya Jamaah Gereja yang melihat itu, langsung mempersilahkan orang Muslim untuk memanfaatkan halaman Gereja untuk dipergunakan shalat,” kisah Yasin menceritakan pengalamannya tentang pengamalan Pancasila, khususnya sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.









“Dalam buku ini, juga berbicara tentang demokrasi.
Bagaimana membangun warga negara yang demokratis? Masyarakat yang demokratis
adalah masyarakat yang miliki rasa keterbukaan, empati, 
hormat,
kritis, rasional dan kemauan membuka dialog. Salah satu subtansi dari
masyarakat yang demokrasi adalah masyarakat yang melaksanakan hakikat Hak Asasi
Manusia (HAM). Hakikat HAM merupakan keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Seseorang tidak boleh memenuhi haknya tetapi mengorbankan atau mengganggu hak
orang lain. HAM itu merupakan keseimbangan antara hak individu dengan individu
lainnya, tidak bisa saling bertentangan,” paparnya serius.









Menurutnya, banyak orang yang memahami HAM hanya sebatas konsep belaka, lupa hakikat HAM itu sendiri sebagai suatu kesimbangan. “Artinya ketika kita menjalankan hak kita maka hak orang lain juga jalan. Jangan hak kita dijalankan baru hak orang lain dikorbankan. Hal yang demikian itu, bukanlah esensi HAM yang ada pada diri kita,”tegasnya.   





Dalam teori HAM, Yasin merujuk dan mengembangkan pemikiran Baharuddi Lopa. Menurutnya subtansi HAM dalam pandangan Baharuddin Lopa adalah keseimbangan. Banyak masalah yang timbul dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara karena kita tidak menjalankan subtansi HAM secara seimbang. “Silahkan jalankan hak anda, tapi jangan mengorbankan hak orang lain. Intinya dalam hak anda, ada hak orang lain” tegasnya mengingatkan.





Sementara, Syafaat Anugrah yang menjadi narasumber pembanding memberikan penilaian terhadap buku, yang menurutnya cukup sempurna. “Secara subtansi, buku karangan Yasin Soumena ini sudah memenuhi syarat sebagai buku rujukan karena telah menggunakan semua pendekatan dalam kajian ilmu hukum tata negara. Pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam kajian hukum tata negara, yaitu filosofis, normatif, sosiologis, dan historis dan buku ini runtut dalam pendekatan kajian buku ini”, kata dosen IAIN Parepare yang masih berstatus CPNS, tetapi telah mengarang dan menerbitkan 4 bukunya tentang ilmu hukum tata negara. (s.s.)


Senin, 29 April 2019

Bedah Buku, Upaya Peningkatan Hasrat Menulis Civitas Akedemik


IAIN Parepare--- Perpustakaan IAIN Parepare melaksanakan kegiatan bedah buku selama dua hari di Lantai lima Gedung Perpustakaan, Senin (29/04). Dengan tema memantik animo menulis bagi civitas akademik melalui hasil pikir dan karya tulis dosen IAIN Parepare.









Ketua panitia Sirajuddin, mengungkapkan terdapat empat judul buku dosen yang akan dibedah yaitu buku Pengaruh Paham Keagamaan Terhadap Etos Kerja Pedagang Muslim: Suatu Kajian Teologi, Buku Membangun Tatanan Negara, Buku Pembelajaran Cinta Lingkungan dan Buku Konstruksi Ideologi Analisis Wacana Keagamaan: Jaringan Islam Liberal.













Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Siti Jamilah Amin.





Dalam sambutannya, Jamilah mengatakan sangat tertarik dengan tema yang diusung oleh panitia bedah buku. Panitia dapat melihat kegelisahan mengenai sedikitnya animo menulis dari dosen.





Menanggapi hal tersebut, pada tahun ini Rektor IAIN Parepare juga telah mencanangkan program penerbitan 100 judul buku daras yang terbagi ke empat fakultas.





“Saya mempercayai menulis itu adalah sebuah kegiatan intelektual bagi dosen-dosen dan mahasiswa. Ide-ide intelektual yang ada di kepala kita dapat dituangkan dalam bentuk tulisan salah satu caranya adalah dengan menulis buku," ucap Siti Jamilah saat menyampaikan sambutan.









Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan IAIN Parepare, Usman Noer menjelaskan kegiatan bedah buku ini merupakan salah satu program dari unit perpustakaan





"Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan animo dari para dosen untuk bisa membuat karya tulis ilmiah yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku," jelasnya saat diwawancara usai pembukaan.





Dalam kamus besar bahasa Indonesia animo merupakan hasrat dan keinginan yang kuat untuk berbuat, melakukan, atau mengikuti sesuatu.





"Buku tersebut bisa disosialisasikan kepada masyarakat pembaca terutama kepada mahasiswa. Adapun peserta bedah buku berasal dari para dosen dan mahasiswa IAIN Parepare serta tamu undangan yang berasal dari perpustakaan sekolah di kota Parepare," urainya. (Ae)


















"Sebuah karya yang baik apabila karya tersebut itu dipublish"





Dr. Sitti Jamilah Amin, M. Ag, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Parepare




















Pusat Tafsir dan Hadis LPM IAIN Parepare Gelar Workshop Dasar-Dasar Keagamaan


IAIN Parepare--- Pusat Studi Tafsir dan Hadis Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan workshop dasar-dasar keagamaan, Sabtu (27/04).









Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor IAIN Parepare DR. Ahmad Sultra Rustan di ruang training TIPD IAIN Parepare.





Kepala Pusat Studi Tafsir dan Hadis LPM IAIN PArepare, DR. Mukhtar Yunus Lc., M. Th. I mengungkapkan workshop ini dilakukan guna meningkatkan pengetahuan dosen lulusan non Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) mengenai dasar-dasar keagamaan.





Hal ini dilakukan agar pencapaian visi dan misi IAIN Parepare dapat terwujud.

















"Mudah-mudahan dosen lulusan workshop ini dapat mengintegrasikan ilmu pengetahuan agama dan ilmu umum dalam rangka menunjang dalam proses pembelajaran," harap Mukhtar Yunus saat di temui di meeting room LPM, Senin (29/04).





Workshop ini dihadiri 25 peserta yang terdiri dari dosen baru PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan dosen PPNPN (Pegawai Pemerintah non PNS).










Pegumuman Perubahan Jadwal Pelaksanaan Pendaftaran UMPTKIN Tahun 2019


Panitia pelaksana Seleksi Prestasi Akademik Nasional dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-UM PTKIN) mengeluarkan pengumuman tentang perubahan jadwal pelaksanaan pendaftaran Ujian Masuk (UM) PTKIN.





Dalam pengumuman tersebut dituliskan:





  1. Registrasi pendaftaran ditutup tanggal 09 Mei 2019 pukul 16:00 WIB;
  2. Proses pembayaran ditutup tanggal 09 Mei 2019 pukul 24.00 WIB
  3. Finalisasi pendaftaran ditutup tanggal 10 Mei 2019 pukul 16.00 WIB




Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada laman website www.um-ptkin.ac.id






Mahasiswa IAIN Parepare Menjadi Wakil Sulsel pada PPAN 2019 Tingkat Internasional di Jepang


Humas IAIN Parepare--- Sekali layar berkembang pantang surut ke belakang. Petuah Bugis-Makassar ini menggambarkan kegigihan perjuangan mahasiswa IAIN Parepare, Hardiyanti Patangngari. Dua kali gagal pada ajang seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) dua tahun berturut-turut, tak membuatnya patah arang. Tahun 2019, Hardiyanti kembali mempertaruhkan peruntungannya bersama dengan pemuda pemudi Indonesia lainnya dalam ajang ini. Akhirnya, berbekal pengetahuan dan pengalaman, Hardiyanti Patanggari berhasil merebut satu tiket sebagai peserta Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2019 setelah melewati berbagai macam tes yang digelar pada beberapa titik lokasi di Makassar. Hardiyanti lulus mewakili Sulawesi Selatan dalam Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2019 Kementerian Pemuda dan Olahraga RI ke Jepang.









“Saya banyak evaluasi diri setelah ikut seleksi dua tahun lalu
berturut-turut hanya sampai di top five. Dari situ saya terus memperbaiki
apa-apa yang kurang di seleksi pertama juga kedua, dan Alhamdulillah my last
shot ini sangat bersyukur dapat menjadi delegasi utama ke Jepang,” terang
Hardiyanti yang juga Duta Parawisita Kota Parepare, seperti yang dikutip Pijarnews.com,
28 April. Seleksi PPAN Kemenpora RI di Sulawesi Selatan diikuti oleh 120 lebih
peserta dari berbagai daerah. Peserta yang lolos mewakili Sulawesi Selatan
yakni, Hardiyanti Patangngari ke Jepang, Heri Kurniawan ke Singapura, dan St.
Aisyah ke Korea.









Hardiyanti Patangngari adalah mahasiswa IAIN Parepare yang baru menyelesaikan studinya dua bulan lalu pada Fakultas Tarbiyah Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Dalam lingkungan kampus, Hardiyanti dikenal oleh rekan dan dosennya sebagai sosok mahasiswa yang cerdas dan berprestasi. “Dia mahasiswa yang rajin, cerdas dan cukup berprestasi. Kemampuan komunikasi dan bahasanya cukup baik, khususnya bahasa Inggris. Dalam catatan akademik, Hardiyanti menyelesaikan studinya dengan IPK 3,91. Selain prestasi akademik, dia juga aktif dalam kegiatan organisasi dan pernah terpilih sebagai Duta Parawisata Kota Parepare” kata Mujahidah, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris saat dimintai testimonya di ruang kerjanya, 29 April.





Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Muhammad Saleh ketika dikonfirmasi menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh salah satu mahasiswanya tersebut. “Kita bangga, jika mahasiswa atau pun alumni kita bisa berprestasi di luar. Itu berarti mereka berhasil memperoleh bekal pengetahuan melalui proses pembelajaran di kampus ini”, katanya mengapresiasi.





Kegiatan Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) merupakan program
nasional yang diselenggarakan
oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dengan pemerintah di negara tujuan. Program
ini sudah berlangsung selama +/- 40 tahun dan sudah melahirkan banyak alumni,
di antaranya adalah Azyumardi Azra (mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta/cendekiawan muslim), AM Fachir (Wakil Menteri Luar Negeri RI), Fasli
Jalal (Wakil Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI), A. Fuadi (penulis novel
Negeri 5 Menara), dan Andrie Djarot (host Redaksi Pagi Trans 7).





Sejauh ini, ada tujuh program pertukaran yang tergabung dalam
PPAN. Indonesia-Canada Youth Exchange Program (ICYEP) dengan tema community development, Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) dengan
tema professionalism, Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) dengan
tema media and culture, Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP)  dengan
tema cross-cultural understanding, Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP) dengan tema entrepreneurship, dan Ship for Southeast Asian Youth Program (SSEAYP) dengan
tema leadership. Satu program baru – ASEAN Students Visit India (ASVI) –
fokus pada inovasi di bidang pendidikan dan teknologi. (s.s.).


Minggu, 28 April 2019

Wakili IAIN Parepare, Zainal Said Mengikuti Workshop Penulisan Jurnal Internasional di Yogyakarta


Humas IAIN Parepare--- Dalam rangka meningkatkan kompetensi dosen, khususnya dalam penulisan jurnal ilmiah internasional bereputasi, Rektor IAIN Parepare tidak menyia-nyiakan kesempatan. Berdasarkan permintaan dari panitia pelaksana workshop penulisan jurnal internasional, Rektor mengirim salah satu doaennya, yaitu Dr. Zainal Said, MH., mengikuti kegiatan workshop tersebut.










Zainal Said yang mengkonfirmasi keikutsertaannya melalui Whatshapp membenarkan jika dirinya mewakili IAIN Parepare dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini akan berlangsung selama 6 hari yaitu 23-28 April 2019 di Yogyakarta. Workshop penulisan jurnal ilmiah internasional bereputasi ini diselenggarakan oleh Kertagama Global Akademia Yogyakarta dan diikuti peserta perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.






Dalam keterangannya, Zainal mengemukakan, workshop ini berdurasi 50 jam pelajaran dengan total 18 materi. Ada pun beberapa materi yang disebutkan adalah 1) Paradigma penulisan; 2) Manajemen literatur; 3) Penulisan kerangka artikel; 4) Memahami template jurnal internasional; 5) Konsistensi logika tulisan; 6) Quality assurance; 7) Menyusuaikan artikel dengan standar internasional; 8) Seni publikasi ke jurnal scopus; 9) Membaca efektif dan teknik sitasi; 10) Teknik penulisan review literature, dan materi lainnya yg bersifat praksis dalam penulisan karya tulis ilmiah.






Dalam beberpa keterangan yang dikutip dari berbagai sumber ditemukan bahwa penulisan dan publikasi jurnal ilmiah dalam jurnal bereputasi sudah menjadi kewajiban dan tuntuan dari pemerintah yang harus dipenuhi oleh setiap Dosen. Hal ini sebenarnya sudah sejalan dengan tridharma perguruan tinggi, khususnya unsur penelitian.










Kewajiban penelitian dan publikasi ilmiah sudah jadi bagian dari setiap proses kenaikan jabatan fungsional akademik, dan semakin hangat dibahas saat keluarnya Permenristekdikti No. 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor. Bahasan utama dari Permenristekdikti No. 20 Tahun 2017 adalah tentang “Kewajiban Publikasi Ilmiah dalam jurnal internasional bereputasi”.






Penelitian yang tidak dipublikasikan akan berakhir di “perpustakaan”, dan tidak memberikan dampak bagi pengembangan ilmu. Disisi lain, membuat artikel/manuskrip dari hasil penelitian untuk publikasi di jurnal internasional bereputasi seperti yang terindeks Thomson Reuters / Web of Science, dan Scopus, juga menjadi persoalan sendiri, karena setiap jurnal, setiap penerbit pengindeks memiliki standar dan gaya selingkung sendiri-sendiri. (s.s.).


Sabtu, 27 April 2019

IAIN Parepare Finalis Essay Antar Mahasiswa S1 Se-Sulsel


Humas IAIN Parepare---Arwan dan Wahda Sidda finalis essay antar mahasiswa se-Sulsel perwakilan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare baru saja mempresentasikan essay yang diselenggarakan oleh Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulsel yang bertempat di Hotel D’Maleo Makassar, Sabtu, 27 April 2019.










Essay yang berjudul Optimalisasi Peran Ombudsman Dalam Pengawasan Pelayanan Publik, mampu menyisihkan beberapa essay lainnya dan mendapat undangan kehormatan untuk mempresentasikan dihadapan TIM juri yang berasal dari Ombudsman RI Sulsel dan Lembaga Administrasi Negara.






Dibenarkan oleh panitia penyelenggara Ombudsman RI Perwakilan Sulsel, Fajar Sidiq menyatakan bahwa ada 25 judul essay dari seluruh Perguruan Tinggi se-Sulsel, perwakilan dari IAIN Parepare salah satunya sebagai finalis 8 (Delapan) besar.






“IAIN Parepare salah satu finalis dan masuk kategori 8 (Delapan) besar dalam rangka kegiatan Pekan Layanan Publik, didahului dengan lomba essay yang diselenggarakan oleh Ombudsman RI Perwakilan Sulsel. Lomba penulisan Essay ini bertema Peran Ombudsman dalam Pengawasan Pelayanan Publik. Adapun tujuannya Meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait Pelayanan Publik dan Peran Ombudsman dalam mengawal pelayanan publik yang berkualitas, serta sebagai sarana untuk mahasiswa menyalurkan aspirasi dan ide kreatif guna mendorong pembenahan maupun kewenangan pengawasan oleh Ombudsman untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.” Paparnya.






Acara presentasi hari ini dimulai pukul 12.30 Wita, yang dihadiri oleh 8 (delapan) finalis dari berbagai Perguruan Tinggi se-Sulsel untuk menentukan juara I (satu) sampai juara III (tiga), dan ditutup tepat pukul 16.30 Wita. Untuk acara puncaknya sekaligus serah terima hadiah kepada tiga pemenang akan dilangsungkan pada hari ahad, 28 April 2019, bertempat di Panakukang Square-Makassar.





Editor : Sumarni Sumai


Membuka Pelatihan Kader Porma, Warek Bidang Kemahasiswaan; Dalam Fisik yang Sehat, Ada Jiwa yang Kuat


Humas IAIN Parepare--- Jumat, 26 April pukul 16.00 wita, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, H. Muhammad Saleh berkesempatan menghadiri sekaligus membuka acara pelatihan kader salah satu organisasi mahasiswa IAIN Parepare, yaitu organisasi Persatuan Olahraga Mahasiswa disingkat PORMA. Acara pembukaan ini, juga dihadiri Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa, St. Maemunah bersama dengan pengurus Senat Mahasiswa lainnya.










Persatuan Olahraga Mahasiswa (Porma) merupakan organisasi mahasiswa yang menghimpun mahasiswa IAIN Parepare yang memiliki talenta, bakat dan minat di bidang olahraga. Dalam organisasi ini, mahasiswa memperoleh kesempatan dan fasilitas dari kampus untuk mengembangkan olahraga yang diminati secara profesional. Keberadaan organisasi ini, menunjukkan bahwa IAIN Parepare bukan hanya concren pada pengembangan akademik, tetapi juga aspek lainnya, seperti pengembangan skill atau pun olahraga.






Dalam sambutannya, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Muhammad Saleh memberikan pujian kepada pengurus PORMA yang berinisiasi melaksanakan kegiatan pelatihan bagi kader-kader Porma. Sejatinya, Porma lebih berorientasi pada kegiatan keolahragaan. Tetapi adanya kesadaran diri para pengurus sebagai mahasiswa, maka mereka tetap memprogramkan kegiatan yang berbasis akademik, seperti pelatihan kader. Pelatihan itu berorientasi pada pengembangan intelektual. Tetapi pelatihan ini tetap penting bagi kader Porma karena akan meningkatkan kemampuan intelektualitasnya.










"Berolahraga harus tetap memadukan emosi dan rasio. Ketiganya harus seimbang dan sinergis dalam diri manusia. Jika seorang olahragawan tidak mampu mengendalikan emosional atau tidak menggunakan rasionya maka yang bersangkutan akan gagal. Jadi olahragawan yang ingin berprestasi harus mampu mengendalikan emosinya" papar Muhammad Saleh. "Dalam fisik yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Untuk mencapai itu, dibutuhkan olahraga juga manajemen emosi dan rasio yang seimbang" tambahnya menjelaskan.






Mantan Ketua Jurusan Dakom ini berharap agar kader-kader Porma mengikuti pelatihan ini dengan serius dan sampai tuntas. "Pelatihan ini akan sangat bermanfaat bagi peserta, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan, berorganisasi, dan kemampuan manajemen", katanya memberikan motivasi kepada peserta. Pada akhir sambutannya, Muhammad Saleh membuka acara tersebut secara resmi.






Sementara Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Parepare, St. Maemunah yang juga memberikan sambutan sebelum Wakil Rektor menyatakan dukungan dan supportnya kepada pengurus Porma atas pelaksanaan kegiatan Pelatihan Kader tersebut. "Semoga pelatihan ini dapat menciptakan adaptasi dan kecintaan kader terhadap organisasinya" ungkapnya.










Dihubungi terpisah, Ketua umum Porma, Amirullah mengatakan Pelatihan Kader ini diikuti oleh 42 peserta yang telah mendaftar dan akan berlangsung selama 3 hari yaitu tanggal 26-28 April di Lowita Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. "Tujuan pelaksanaan Pelatihan Kader Porma adalah meningkatkan kemampuan intelektual kader dalam mengelola organisasi", imbuhnya. (s.s)


330 Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi, Bebas Biaya Kuliah Sampai Selesai


Humas IAIN Parepare--- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare termasuk perguruan tinggi yang berhasil memfasilitasi mahasiswanya dengan berbagai program beasiswa. Sejak 2013, IAIN Parepare telah memperoleh kuota program beasiswa Bidikmisi dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi RI. Terhitung mulai angkatan 2015-2018, total mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi berjumlah 330 orang.










Pada Jumat, 26 April, melalui prakarsa pengurus Ikatan Keluarga Bidik Misi IAIN Parepare, sekitar 330 mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi berkumpul di AULA IAIN Parepare melakukan tudang sipulung. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor bidang APK, Sitti Jamilah Amin, Wakil Rektor bidang AUPK, H. Sudirman L., Wakil Rektor bidang KK, Muhammad Saleh, Dekan Tarbiyah, Saepudin, Dekan FUAD, Abdul Halim K., Dekan FEBI, Muh. Kamal Zubair, Dekan FASYKHI, Muliati, Kabag AUK, Muh. Jafar, dan Kasubag Akademik, Sunandar dan beberapa pejabat lainnya.










Saat memberikan sambutan, Wakil Rektor bidang KK, Muhammad Saleh menyampaikan bahwa program Beasiswa Bidikmisi merupakan program khusus pemerintah untuk membantu mahasiswa yang berkemampuan ekonomi rendah (kategori miskin). Tujuannya, agar masyarakat miskin dapat melanjutkan pendidikannya pada tingkat perguruan tinggi. Muhammad Saleh berharap agar mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi tidak menyia-nyiakan program tersebut dengan mengikuti proses perkuliahan secara sungguh-sungguh dan menunjukkan prestasi akademiknya.










Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan ini menitipkan harapan agar mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi harus lebih berprestasi dibanding dengan mahasiswa lainnya pada semua bidang, baik prestasi akademik, organisasi, kepemimpinan, atau pun kompetensi lainnya. Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi harus memiliki distingsi yang positif dan menjadi mahasiswa tauladan di tengah-tengah mahasiswa IAIN Parepare yang mencapai ribuan orang. Jangan justru sebaliknya, menjadi mahasiswa pemalas yang lebih banyak tinggal di kos-kosannya tidur-tiduran.









Melalui program Beasiswa ini, mahasiswa tinggal belajar dan kuliah karena besaran beasiswa yang diterima cukup besar, yaitu 6 juta – 6,6 juta rupiah per semester. Jumlah ini cukup lumayan untuk membiayai segala kebutuhan mahasiswa termasuk SPP dan biaya hidup sehari-hari. Mahasiswa akan menerima Beasiswa ini selama 8 semester. Itu berarti, mereka bebas biaya kuliah sampai menyelesaikan studinya.






Sementara itu, Sunandar yang menjadi pengelola Beasiswa Bidikmisi sekaligus Dewan Pembina organisasi paguyuban Ikatan Keluarga Bidik Misi dalam laporannya menyampaikan berberapa masalah terkait program Beasiswa Bidikmisi. Menurutnya, ada beberapa mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi yang prestasi akademiknya anjlok atau ber- IPS di bawah 3,0. Hal tersebut tentunya menjadi masalah karena seharusnya Beasiswa Bidikmisi berpengaruh positif terhadap prestasi mahasiswa. “Jika prestasi rendah berarti pemberian beasiswa itu sia-sia” ujar Sunandar yang juga menjabat Kasubag Akademik. “Saya berharap, para penerima Beasiswa ini memiliki prestasi yang baik dan menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya, khususnya dalam menjalankan kode etik mahasiswa.










Masalah lainnya, ungkap Sunandar, hendaknya mahasiswa membuat laporan pengggunaan Beasiswa secara baik dan jujur dengan mencantumkan bukti-bukti pembiyaan. “Hal ini sangat penting karena laporan itu akan menjadi bahan pemeriksaan BPK atau pun inspektorat. Jika terjadi manipulasi, bisa saja menjadi temuan. Aturan-aturan pembuatan laporan itu harus diikuti karena formulasi itu adalah ketentuan dari pemerintah, bukan dibuat-buat oleh pengelola.” katanya.






Acara tudang sipulung ini juga disertai sesi dialog antara penerima Beasiswa Bidikmisi dengan pimpinan kampus. Semua Wakil Rektor hadir sebagai narasumber dalam acara tudang sipulung tersebut. Sitti Jamilah Amin sebagai Wakil Rektor bidang Akademik dan Pengembangan Kelembangan memberikan penjelasan terkait kebijakan-kebijakan akademik dan pengembangan kelembagaan. Sementara Wakil Rektor bidang Administrasi, Umum dan Keuangan, H. Sudirman L.,banyak menjelaskan tentang regulasi tentang keuangan dan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, H. Muhammad Saleh menjelaskan seputar kemahasiswaan. Tudang sipulung ini sekaligus menjadi ajang curhat dari mahasiswa. Banyak masalah yang mereka kemukakan kepada narasumber dan semua terjawab secara tuntas oleh para Wakil Rektor. (s.s).


Jumat, 26 April 2019

Donorkan Darah, Wakil Dekan AUPK FEBI: Setetes Darah Bermanfaat bagi Sesama


Humas IAIN Parepare--- Kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Aula IAIN
Parepare, Kamis, 25 April ramai di datangi para sukarelawan donor darah.
Peserta donor darah datang dari civitas akademika kampus, baik mahasiswa,
pegawai, dosen, dan beberapa pejabat kampus. Nampak dalam jejeran pendonor,
hadir Wakil Dekan bidang AUPK, Yasin Soumena bersama pejabat lainnya seperti
Kasubag Akademik, Sunandar, Kepala UPT TIPD, Sufyaldi, Ketua Prodi Ekonomi
Syariah Pascasarjana, H. Rahman Ambo Asse, Ketua Prodi PAI Pascasarjana, Ali
Halidin dan beberapa pegawai dan dosen dalam lingkup kerja IAIN Parepare.









Kedatangan Yasin Soumena di tempat donor darah disambut hangat oleh pengurus KSR PMI unit 01 IAIN Parepare selaku pelaksana kegiatan. Pria yang selalu tampil semangat ini mengaku sebagai pendonor yang rutin dan telah memiliki kartu indentitas pendonor darah yang dikeluarkan oleh UTD PMI kota Parepare. “Sudah lama, saya menjadi anggota aktif pendonor darah melalui Palang Merah Indonesia di Parepare. Donor darah itu sangat bermanfaat, bukan saja untuk orang lain, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan kita pribadi. Setetes darah itu sangat bermanfaat untuk kemanusiaan. Kita menolong orang lain, sekaligus menyehatkan diri kita pribadi” katanya saat dihubungi. “Rutin untuk donor darah itu penting, sehat dan beramal, setetes darah bagi sesama” tambahnya. Beliau juga berharap peserta donor darah di IAIN Parepare terus bertambah, sehingga kontribusi dan sumbangsinya terhadap persediaan darah siginifikan jumlahnya, khususnya untuk kota Parepare.





Indonesia termasuk negara
berkebutuhan tinggi terhadap darah. Berdasarkan berita yang dirilis media
Tempo.co, April 2018, Direktur
Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo
menyatakan Indonesia membutuhkan 5,1 juta kantong darah setiap tahun. Sementara
yang terpenuhi hanya sekitar 4,2 juta kantong. Untuk memenuhi kebutuhan
tersebut, unit transfusi darah yang dikelola oleh pemerintah pusat maupun
daerah, rumah sakit serta Palang Merah Indonesia disarankan
memperluas akses layanan kepada masyarakat. Harapannya, layanan terhadap
masyarakat yang ingin donor membaik, serta kebutuhan volume darah terpenuhi.









Kegiatan Donor Darah ini merupakan program rutin sekali dalam tiga bulan yang diselenggarakan pengurus KSR PMI Unit 01 IAIN Parepare bekerjasama dengan pengurus UTD PMI kota Parepare. Hal tersebut disampaikan Ketua KSR PMI Unit 01 Parepare, Mulia Gading saat dimintai keterangannya. “Kegiatan donor darah ini rutin dilaksanakan setiap sekali dalam tiga bulan.  Sebagai satuan unit Palang Merah Indonesia, kami berkomitmen untuk melakukan kerja-kerja kemanusiaan, khususnya dalam penyediaan darah bagi sesama. Target kami, sekitar 70 – 100 kantong setiap kali pelaksanaan donor darah di kampus ini.” Pungkasnya. (s.s)


Rabu, 24 April 2019

Catat, 29 April Batas Akhir Pendaftaran UM-PTKIN


Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare membuka jalur pendaftaran mahasiswa baru melalui Ujian Mandiri Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau biasa disebut UM-PTKIN.





Jalur ini merupakan jalur khusus untuk perguruan tinggi negeri yang ada di bawah naungan Kementerian Agama.
Menurut Sekretaris Panitia Pelaksana Dr. M. Ali Rusdi, menjelang penutupan pendaftaran pada tanggal 29 April 2019 jumlah peminat kian meningkat, baik yang daftar secara online di rumah masing-masing maupun yang datang langsung ke Sekretariat Penerimaan Mahasiswa Baru IAIN Parepare.





Simak berikut ini, informasi lengkap terkait UM-PTKIN mulai dari jadwal pelaksanaan, syarat dan tata cara pendaftaran, biaya pendaftaran, dan sebagainya.





Syarat Pendaftaran UM-PTKIN





  1. Lulus tahun 2017, 2018, dan 2019 dari Satuan Pendidikan MA/MAK/SMA/SMK/Pesantren Muadalah atau yang setara dan memiliki izin dan Kementerian Agama RI
    • Lulusan tahun 2017 dan 2018 harus sudah memiliki ijazah
    • Lulusan tahun 2019 harus mempunyai Surat Keterangan Lulus/Ijazah dari Kepala Madrasah/Sekolah/Pesantren Muadalah yang dilengkapi dengan pas foto terbaru dan ditandai stempel Madrasah/Sekolah/Pesantren Muadalah
  2. Ijazah/Surat Keterangan Lulus akan divalidasi sebelum pelaksanaan ujian
  3. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di PTKIN
    Jadwal Seleksi
    • Pendaftaran ujian dilakukan pada: 2 April – 30 April 2019
    • Pembayaran di Bank BNI: 2 April – 29 April 2019
    • Pelaksanaan ujian: 28 Mei 2019
    • Pengumuan hasil ujian diumumkan pada 1 Juli 2019 mulai pukul 17.00 WIB





Biaya Pendaftaran UM-PTKIN





Peserta UM-PTKIN harus membayar biaya pendaftaran UM-PTKIN melalui Bank BNI/BNI Syariah sebesar Rp200.000. Biaya tersebut belum termasuk biaya tambahan jika transaksi menggunakan Virtual Account. Setelah membayar, kamu akan mendapatkan User ID dan password untuk login pendaftaran online.
Pada saat akan melakukan pembayaran, kamu perlu membawa KTP/SIM/KK. Nantinya nomor pada kartu tersebut akan berguna untuk melakukan proses pembayaran.





Alur Pendaftaran UM-PTKIN 2019





  1. Calon peserta mendaftar dan mengisi biodata secara online di um-ptkin.ac.id hingga mendapatkan nomor SIP (Slip Instruksi Pembayaran), PIN dan informasi nominal yang harus dibayarkan serta tata cara pembayaran
  2. Calon peserta melakukan pembayaran di Bank BNI atau selain BNI dengan ketentuan sebagai berikut:
    • Melalui Bank BNI/BNI Syariah, pembayaran dapat dilakukan di seluruh kantor cabang, ATM, SMS Banking, Keagenan Bank BNI/BNI Syariah dengan menunjukkan atau memasukkan nomor SIP
    • Selain Bank BNI, pembayaran dapat dilakukan dengan cara transfer ke Virtual Account BNI melalui kantor pos atau bank mana pun di seluruh Indonesia yang mendukung transfer antar bank dengan menunjukkan nomor SIP sebagai nomor Virtual Account BNI
  3. Peserta mendapat bukti pembayaran. Biaya seleksi yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun
  4. Peserta melanjutkan pendaftaran online di um-ptkin.ac.id (klik untuk daftar sekarang) dengan memasukkan nomor SIP dan PIN untuk memilih kelompok ujian, program studi, lokasi ujian dan tipe ujian (CBT atau PBT) hingga cetak kartu ujian.
  5. Mengikuti ujian CBT atau PBT di lokasi PTKIN yang telah dipilih
    Tata Cara Pendaftaran Online UM-PTKIN
  6. Buka website resmi pendaftaran UM-PTKIN, yaitu um-ptkin.ac.id
  7. Klik menu “Daftar” lalu klik tombol “Daftar
  8. Isi biodata pendaftaran hingga mendapatkan nomor Slip Instruksi Pembayaran (SIP) dan PIN
  9. Membayar biaya pendaftaran di Bank BNI/BNI Syariah
  10. Login ke alamat um-ptkin.ac.id dengan klik menu “Daftar”, lalu pilih tombol “login”
  11. Login menggunakan nomor SIP dan PIN
  12. Lanjutkan proses pendaftaran hingga cetak kartu ujian
  13. Jika sudah selesai, cetaklah bukti pendaftaran online
  14. Bukti pendaftaran online akan berupa kartu tanda peserta UM-PTKIN
  15. Bawa kartu tanda peserta saat ujian berlangsung




Pilihan PTKIN dan Program Studi di UM-PTKIN





  1. Peserta boleh memilih maksimal 3 Program Studi yang ada di IAIN Parepare
  2. Program studi pertama wajib diisi, sedangkan program studi pilihan kedua dan ketiga tidak wajib
  3. Urutan pilihan menyatakan prioritas




Tipe Ujian UM-PTKIN





  1. Peserta dapat memilih tipe ujian yang disukai dengan syarat kuota ruangan masih tersedia. Berikut adalah 2 tipe ujian yaitu:
    • Paper Based Test (PBT): ujian diselenggarakan secara tertulis. Soal dan jawaban disajikan di dalam kertas. Untuk tes ini peserta wajib membawa pensil 2B pada saat ujian karena tes ini menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK)
    • Computer Based Test (CBT): ujian yang diselenggarakan menggunakan komputer dengan jumlah butir soal dan panjang waktu tes yang sama dengan PBT. Perbedaannya terletak pada teknik penyajian yang tidak menggunakan kertas (paperless), baik itu naskah soal ataupun lembar jawaban.





Kelompok Ujian UM-PTKIN





  1. Kelompok IPA, dengan materi ujian Tes Kemampuan Dasar (Tes Potensi Akademik, Bahasa, Keislaman) dan Kemampuan IPA
  2. Kelompok IPS, dengan materi ujian Tes Kemampuan Dasar (Tes Potensi Akademik, Bahasa, Keislaman) dan Kemampuan IPS
  3. Kelompok IPC, dengan materi ujian Tes Kemampuan Dasar (Tes Potensi Akademik, Bahasa, Keislaman) dan Kemampuan Campuran (IPA dan IPS).




Sumber: Panitia Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) IAIN Parepare. https://pmb.iainpare.ac.id/





Contact Person :





Ketua Panitia / DR. Musyarif (085255417075)





Sekretaris / DR. Ali Rusdi (085257099481)






ZAINAL SAID DILANTIK SEBAGAI ANGGOTA MPDN KOTA PAREPARE


Humas IAIN Parepare--- Bertempat di Swiss-Benhill Hotel Makassar, Dosen IAIN Parepare, Zainal Said dilantik sebagai anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) kota Parepare bersama dengan 8 orang lainnya oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Priyadi, Selasa, 23 April. Anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) kota Parepare yang dilantik merupakan perwakilan masing-masing unsur profesi yang terdiri atas, Zainal Said dari akademisi (IAIN Parepare), Jayadikusumah (Kepala LPKA Kelas II Parepare), Noer Putra Bahagia (Kepala Kantor Imigrasi kota Parepare), Muh. Husni Syam (Inspektur kota Parepare), Khaeruddin Karim (akademisi), Sunardi Purwanda (akademisi), H. Muh. Tahir (notaris), Ichwan Ismail (notaris), dan Lia Trizza Firgita Adhilla (notaris).









Zainal Said yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Parepare mengabarkan berita gembira tersebut via pesan singkat di whatshapp. Melalui pesan tersebut, Zainal juga menyampaikan permohonan dukungan dan support kepada seluruh civitas akademika IAIN Parepare atas amanah baru yang dipercayakan kepadanya. Ucapan terima kasih bahkan disampaikan secara khusus kepada Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan. “Saya mengucapkan terima kasih, khususnya kepada Rektor atas support dan kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk menjadi anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris kota Parepare”, tulisnya.









Berdasarkan Permenkumham RI nomor M.02.PR.08.10 tahun 2004 tentang tata kerja majelis pengawas notaris menunjukkan bahwa peran dan kewenangan majelis pengawas natoris sangat vital dalam melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kinerja notaris. Notaris merupakan jabatan yang memiliki kewenangan membuat akta-akta otentik terhadap pihak-pihak dalam hubungan keperdataan. Agar notaris bertindak adil dan tidak memihak, majelis pengawas diberikan kewenangan melakukan pembinaan dan pengawasan hingga pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas dan perilaku notaris tersebut.





Masuknya nama Zainal Said sebagai anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris kota Parepare dari unsur akademisi dinilai sebagai sebuah kepercayaan masyarakat dan negara atas pengabdian, dedikasi dan kapasitas pribadi mau pun kelembagaan. “Kiprah dan pengabdian dosen atau pun civitas akademika lainnya dalam masyarakat atau pun di lembaga pemerintahan merupakan kepercayaan dan menjadi indikator bahwa IAIN Parepare semakin memiliki peran dan kontribusi besar di luar kampus” ujar Mujahidah, salah satu dosen IAIN Parepare menanggapi pelantikan Zainal Said.





Kepakaran Zainal Said di bidang hukum tidak
diragukan lagi untuk mewakili akademisi di MPDN kota Parepare dengan merujuk
riwayat pendidikannya. Dia (Zainal) adalah alumni S1 Perbandingan Hukum IAIN
Alauddin Makassar, S2 Hukum Ekonomi UMI Makassar, dan S3 Politik Hukum UGM
Yogyakarta.


Selasa, 23 April 2019

SPAN PTKIN: Pendaftaran Ulang dimulai 6 Mei 2019


IAIN Parepare--- Pengumuman Hasil Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri (PTKIN) IAIN Parepare telah diumumkan pada tanggal 1 April 2019. Dari 11.154 pilihan pendaftar melalui jalur SPAN PTKIN tersebut hanya 600 orang yang dinyatakan lulus seleksi.





Menurut Sekretaris panitia pelaksana harian Penerimaan  Mahasiswa Baru (PMB) IAIN Parepare, Dr. M. Ali Rusdi mengungkapkan pendaftaran ulang dimulai tanggal 6 Mei 2019.





Hal-hal
yang harus diperhatikan oleh calon mahasiswa baru, di antaranya:





  1. Pendaftaran ulang secara manual di Sekretariat Penerimaan Mahasiswa Baru IAIN Parepare.
  2. Waktu pelaksanaan pendaftaran ulang dilakukan mulai 6-24 Mei 2019, artinya ada perpanjangan pendftaran ulang dari jadwal semula 6-10 Mei 2019.
  3. Pelayanan pendaftaran dilakukan pada saat hari kerja mulai pukul 07.30-16.00 Wita.
  4. Adapun persyaratan yang harus dilengkapi adalah:
  5. Fotocopy Ijazah yang telah dilegalisir bagi calon mahasiswa baru yang telah memiliki ijazah MA/SMA/SMK/Muadalah/Sederajat, sedangka bagi calon mahasiswa baru yang belum memiliki ijazah cukup membawa surat keterangan lulus dari sekolah 1 lembar .
  6. Calon mahasiswa baru diharuskan menyerahkan foto 3 x 4 sebanyak 4 lembar latar merah.
  7. Calon mahasiswa baru yang telah dinyatakan lulus pada jalur SPAN PTKIN IAIN Parepare, tetapi tidak melakukan pendaftaran ulang pada jadwal yang telah ditentukan dinyatakan gugur.
  8. Adapun alur pendaftaran ulang yang harus dilalui oleh mahasiswa baru sebagai berikut:
  9. Mengambil Surat Keterangan Lulus (SKL) di Sekretariat Penerimaan Mahasiswa Baru IAIN Parepare.
  10. Mengambil blanko pembayaran di Keuangan dengan memperlihatkan SKL dari panitia.
  11.  Membayar biaya UKT/SPP di bank BRI
  12. Setelah melakukan pembayaran selanjutnya dilakukan proses validasi hasil pembayaran UKT/SPP di Keuangan dengan memperlihatkan Surat Keterangan Lulus
  13. Proses selanjutnya penerbitan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) di bagian akademik kampus dengan memperlihatkan SKL dan Blanko Pembayaran.
  14. Setelah Nomor Induk Mahasiswa terbit, calon mahasiswa baru diharuskan  mendaftar sebagai anggota Perpustakaan IAIN Parepare.
  15. Terakhir menuju fakultas masing-masing untuk proses selanjutnya.
  16. Adapun jadwal kegiatan mahasiswa akan disertakan pada Surat Keterangan Lulus (SKL).




Bagi calon mahasiswa baru yang belum lulus melalui Jalur SPAN PTKIN IAIN Parepare dapat mendaftar pada jalur UM-PTKIN yang akan berakhir pada 30 April 2019. Pendaftaran dapat dilakukan secara online Klik untuk Daftar UM-PTKIN (Jalur kedua) atau kunjungi langsung Sekretariat panitia penerimaan mahasiswa baru di Kampus IAIN Parepare.





Dapatkan informasi lebih lengkap di
https://pmb.iainpare.ac.id/










Senin, 22 April 2019

Rektor IAIN Curup: IAIN Parepare Layak Jadi Barometer


IAIN PAREPARE --- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Rahmad
Hidayat dalam kunjungannya ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengatakan
bahwa IAIN Parepare layak untuk dijadikan barometer dan percontohan.





“IAIN Pare merupakan salah satu IAIN baru diantara delapan yang saya liat
lebih dulu melengkapi, kesimpulannya bahwa layak untuk dijadikan sebagai barometer
dan percontohan untuk seluruh IAIN maupun seperjuangan delapan IAIN baru”
ungkapnya.





Tidak hanya itu, Rahmad Hidayat kerap kali memuji konstruksi bangunan dari
IAIN Parepare selama berkeliling kampus melihat Gedung Pascasarjana,
Perpustakaan, Auditorium dan Zona Akreditasi. Ia pun berniat untuk kembali ke
IAIN Parepare untuk membangkitkan kultur budaya antara Bugis dan Curup. “Ingin
membangkitkan kultur, hasil produk budaya antara Bugis dan Curup yang dari
asumsinya ada kaitan antara Bugis dan Curup dalam sejarah,” tutupnya





Rektor IAIN Curup, berkunjung ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Parepare, Senin (22/04). Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Rektor IAIN
Parepare, Ahmad Sultra Rustan bersama Wakil Rektor I, Sitti Jamilah Amin dan
Wakil Rektor III, Muhammad Saleh. Kedatangan Rektor IAIN Curup, disambut dan
dijamu di ruangan kerja Rektor IAIN Parepare.





Selain memperlihatkan keindahan gedung, Rektor IAIN Parepare pun
menunjukkan pemandangan (view) yang indah dari Kota Parepare yang bisa
dilihat dari Gedung Pascasarjana


Rektor IAIN Parepare Sambut Hangat Kunjungan Rektor IAIN Curup


IAIN PAREPARE --- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Rahmad Hidayat berkunjung ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Senin (22/04). Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan bersama Wakil Rektor I, Sitti Jamilah Amin dan Wakil Rektor III, Muhammad Saleh. Kedatangan Rektor IAIN Curup, disambut dan dijamu di ruangan kerja Rektor IAIN Parepare. Setelah itu, berkeliling untuk melihat kondisi gedung IAIN Parepare diantaranya Gedung Pascasarjana, Zona Akreditasi, Auditorium dan Perpustakaan.





Tidak hanya memperlihatkan keindahan gedung, Rektor IAIN Parepare pun
menunjukkan pemandangan (view) yang indah dari Kota Parepare yang bisa
dilihat dari Gedung Pascasarjana.





Rektor IAIN Curup mengatakan bahwa IAIN Parepare layak untuk dijadikan
barometer dan percontohan. “IAIN Pare merupakan salah satu IAIN baru diantara delapan
yang saya liat lebih dulu melengkapi, kesimpulannya bahwa layak dijadikan
barometer dan percontohan,” ungkapnya sebelum meninggalkan ruangan kerja Rektor
IAIN Parepare.





Kunjungan Rektor IAIN Curup kali ini merupakan kunjungan pertama di IAIN
Parepare, ia pun berniat untuk kembali membangkitkan kultur budaya antara Bugis
dan Curup. “Ingin membangkitkan kultur, hasil produk budaya antara Bugis dan
Curup yang dari asumsinya ada kaitan antara Bugis dan Curup dalam sejarah,”
tutupnya.





Akhir pertemuan, Rektor IAIN Parepare menyerahkan cenderamata berupa plakat kepada Rektor IAIN Curup sebagai kenang-kenangan.






LP2M GELAR SEMINAR PROPOSAL DOSEN TAHUN 2019






Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri Parepare menyelenggarakan Seminar Proposal Penelitian Dosen Tahun 2019, di gedung Perpustakaan IAIN Parepare lantai  5, Kamis, 18 April 2019. Yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Bidang APL Dr. Sitti Jamilah Amin, M.Ag.









Seminar Proposal
penelitian ini dibagi dalam dua bagian. Pada tiap bagian ada reviewer yang akan
menguji proposal yang sudah dibuat oleh Dosen IAIN Parepare. Para Nomine
diberikan waktu sekitar 7-10 menit untuk mempresentasikan Proposalnya kepada
reviewer. Setelah mempresentasikan proposal reviewer akan memberikan
masukan-masukan agar  proposal yang sudah
dibuat menjadi lebih baik. Reviewer tersebut terdiri dari Prof. Dr. H.  Muhammad Saleh Tajuddin,M.A dan  Dr. Buhaerah, M.Pd.





kegiatan seminar
proposal ini bertujuan dalam rangka pengendalian mutu penelitian Dosen tahun
2019 dilingkup IAIN Parepare yang Diikuti 38 judul proposal.


Selasa, 16 April 2019

KENAIKAN PANGKAT, BUKTI KINERJA DAN PRESTASI


Humas IAIN Parepare--- Pada hari, Selasa, 16 April, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Ahmad Sultra Rustan melakukan penyerahan SK Kenaikan Pangkat kepada Aparat Sipil Negara (ASN) dalam lingkup IAIN Parepare. Dalam acara ini, ada 4 orang ASN IAIN Parepare yang menerima SK Kenaikan pangkat, yaitu Alief Anshari (Penata, III/c), Muh. Taufik Nasir (Penata, III/c), Azaliatul Hidayah ((Penata, III/c), dan Nurdalia Bate (Penata, III/c).





Acara seremony penyerahan SK kenaikan pangkat kepada ASN merupakan tradisi yang dikembangkan oleh Ahmad Sultra Rustan sejak menjabat Ketua STAIN dan masih akan dipertahankan selama menjabat Rektor IAIN Parepare. Pada kesempatan ini, Ahmad Sultra Rustan sebagai Rektor dan Pembina utama ASN dalam lingkup IAIN Parepare menyampaikan banyak motivasi, harapan dan nasehat kepada ASN yang menerima SK Kenaikan pangkat.









“Kenaikan pangkat merupakan pemberian atau apresiasi negara kepada seorang Aparat Sipil Negara (ASN) atas reputasi, kinerja dan prestasi yang ditunjukkannya dalam mengemban tugas dan tanggungjawab sebagai abdi negara”, demikiam papar Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan saat memberikan arahan pada acara penyerahan SK Kenaikan Pangkat kepada ASN di Rektorat IAIN Parepare.









Menurutnya, kenaikan
pangkat bagi seorang ASN adalah kewenangan institusi. Institusi berhak mengajukan
atau tidak mengajukan kenaikan pangkat seorang ASN berdasarkan kriteria-kriteria
yang telah ditetapkan. “Di sini tidak ada kriminalisasi atau perbedaan antara
satu personil dengan personil lainnya. Semuanya sama, jika memiliki kinerja yang
baik atau berprestasi maka dia berhak memperoleh kenaikan pangkat. Jadi jangan
ada image, jika sudah mencapai empat tahun maka wajib (otomotis) naik pangkat. Karena
kenaikan pangkat ada penilaian dari atasan, rekan atau tim kerja yang berada di
lingkungan kerja kita” kata Rektor.





“Oleh karena itu, papar Rektor melanjutkan, bekerja dalam sebuah organisasi perlu ada kebersamaan dan sinergisitas. Jangan merasa hebat dan sok pintar sendiri dengan menganggap remeh orang lain karena sesungguhnya promosi jabatan atau kenaikan pangkat sangat ditentukan penilaian rekan-rekan kerja. Jika mereka menilai kita buruk, maka akan menjadi hambatan atas promosi jabatan atau pun kenaikan pangkat tersebut” tegasnya.









Acara penyerahan SK Kenaikan pangkat ini dihadiri langsung oleh para pimpinan kampus. Selain Rektor, Ahmad Sultra Rustan, hadir pula Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Sitti Jamilah Amin, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Sudirman L., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Muhammad Saleh, Kepala Biro Administrasi, Umum, Akademik dan Keuangan, Musyarrafah Amin, Kepala Bagian Administrasi, Umum dan Keuangan, Muh. Jafar, Kasubag Umum dan Kepegawaian, Misbahuddin.





Pada akhir arahannya, selain mengucapkan selamat kepada ASN yang menerima kenaikan pangkat, Rektor juga menitipkan pesan khusus kepada ASN agar mengurangi aktivitas merokok. Menurutnya, semua lembaga pemerintahan termasuk IAIN Parepare dihimbau agar bebas asap rokok. Merokok itu berdampak buruk kepada kesehatan dan juga kesejahteraan keluarga. “Khususnya, akan berdampak buruk kepada anak-anak kita, kualitas hidup dan kecerdasan mereka akan menurun karena asap rokok kita sendiri” ujar Rektor mengingatkan.


Senin, 15 April 2019

Orasi Ilmiah, Pembukaan Kuliah Semester Genap Tahun 2018/2019 IAINParepare

Judul : Konstruksi Idiologi Wacana Jaringan Islam Liberal (JIL): Critical Discourse Analysis

Oleh; Dr. FIRMAN, M. Pd



[caption id="attachment_9820" align="alignnone" width="300"] Dr. Firman, M. Pd[/caption]

Dalam perkembangan kajian bahasa muncul istilah Analsisis Wacana Kritis (Critical Discorse Analysis). Wacana tidak lagi dilihat hanya sebagai suatu proses komunikasi biasa secara lisan maupun tulis, tetapi wacana dilihat sebagai praktik sosial. Bahasa dari sudut wacana dipandang sebagai praktik sosial. Bahasa dan masayarakat memiliki hubungan internal dan dialektikal. Menurut Fairclough (1989:23) bahasa adalah bagian dari masyarakat, fenomena linguistik adalah fenomena sosial yang khusus, dan fenomena sosial adalah (sebagian) fenomena linguistik (language is part of society, language phenomena are social phenomena of a special sort, and social phenomena are [in part] linguistic phenomena).

Wacana keagamaan menjadi alat untuk menyampaikan ideologi-ideologi tertentu untuk mempengaruhi dan menarik simpati pembacanya. Di kalangan umat Islam Indonesia, ada kelompok-kelompok (gerakan) yang berusaha menanamkan ideologi tertentu kepada masyarakat sebagai bentuk upaya memperoleh pengaruh dan pengakuan. Dalam upaya memperoleh pengaruh dan pengakuan tersebut, wacana dalam bentuk buletin atau artikel digunakan sebagai alat untuk menanamkan ideologi yang diyakini sesuai dengan keadaan dan kebutuhan manusia saat ini. Kelompok Islam liberalisme yang diberi nama Jaringan Islam Liberal (JIL). JIL menawarkan cara berpikir inklusif, pluralis, dan liberal yang mencoba menyajikan gagasan dan pemikirannya melalui paham pluralisme agama. JIL berupaya merekonstruksi ideologi yang selama ini diyakini oleh umat Islam. JIL berupaya membentuk pemahaman keagamaan yang dianggap baru dalam Islam, khususnya umat Islam di Indonesia. Dalam upaya mempengaruhi pembaca dengan ideologi baru tersebut, kelompok JIL menggunakan bahasa sebagai medium sehingga wacana dijadikan sebagai wujud praktik sosial (Fairclough, 1989, Bourdieu 1991).

Salah satu perjuangan JIL adalah pemihakan kepada yang minoritas dan tertindas. Islam liberal berpijak pada penafsiran Islam yang memihak kepada kaum minoritas yang tertindas dan dipinggirkan. Menurut JIL, setiap struktur sosial politik yang mengawetkan praktik ketidakadilan atas minoritas adalah berlawanan dengan semangat Islam. Minoritas di sini dipahami dalam maknanya yang luas yang mencakup minoritas agama, etnik, ras, jender, budaya, politik, dan ekonomi. Pemikiran JIL muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran akan adanya dominasi pemikiran radikalisme Islam yang akan merusak ekologi hubungan antarumat beragama di Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari sikap dan paradigma berpikir JIL yang bebas mendekonstruksi wilayah-wilayah doktrinal agama yang dahulu dianggap tabu dan sakral

1. Konstruksi Ideologi JIL melalui Kosakata

Dalam konstruksu ideologi JIL temukan adanya nilai-nilai eksperensial yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan dalam wacana JIL sebagaimana yang dikemukan oleh Fairclough (1998:110 – 111), yaitu; Pertama, Nilai-nilai eksperensial ditunjukkan melalui skema (klasifikasi) kata, kata-kata ideologi yang diperjuangkan, penyusunan kata kembali (rewording) atau kelebihan kata (overwording), dan hubungan kata yang bermakna secara ideologis berupa sinonim, antonim , dan hiponimi. Kedua, kosakata yang diklasifikan  dalam wacana JIL kosakata yang menunujukkan kebenaran bukan hanya Islam dengan menggunakan kata ‘tidak monolitik tunggal’,  keberagaman adalah kehendak Tuhan dengan menggunakan klausa ‘keseragaman tidak dikehendaki oleh Tuhan’, keyakinan beragama sebagai ‘hak pribadi’ (privasi), kebebasan tanpa paksaan, dan tidak ada agama dengan paksaan. Kata-kata ideologis yang diperjuangkan, yakni keadilan, kebebasan, keberagaman, hak pribadi, dan tanpa paksaan. Ketiga, kosakata yang digunakan dalam wacana JIL menunjukkan adanya hubungan makna yang signifikan secara ideologis, yakni antonimi dengan menggunakan kata berantonim, yaitu beragama >< sekuler, teks suci >< konstitusi, kebebasan >< ketaatan, mayoritas >< minoritas, dan kuat >< lemah. Sinomin ditunjukkan dengan penggunaan kosa kata perbedaan = pemajemukan, beragam = kelompok berbeda. Hiponimi dapat dilihat pada penggunaan kata subordinat dengan kata kepercayaan, keyakinan, dan iman, dari superordinat kata ‘beragama’.
Keempat, metafora yang digunakan penulis teks wacana JIL untuk mengonstruksi ideologi, yaitu penggunaan kata ‘baju’, ‘raja’, tumbuh subur’, ‘campur tangan’, ‘turun tangan’, ‘menindas’, ‘dirampas’, ‘berkarat’, ‘syahwat’, ‘menundukkan’, ‘impor’, dan ‘perkawinan silang’.

Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa ideologi pluralisme, liberalisme, pembelaan hak privasi dan minoritas dikonstruksi oleh penulis teks wacana JIL melalui proses klasifikasi, leksikalisasi, relasi makna (antonimi, sinonimi, daan hiponimi), dan metafora. Kata-kata yang dipilih tersebut merupakan kolokasi sebagai bentuk konstruksi ideologi JIL. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa kata-kata lain yang digunakan oleh kelompok tertentu mengacu pada ideologi yang berbeda dengan JIL, dan sekaligus merupakan kolokasi yang berbeda pula. Kata-kata yang dipilih tersebut merupakan piranti untuk menandai JIL dalam melakukan pengelompokan (Fairclough, 1989:116).

2. Konstruksi Ideologi JIL melalui Gramatika

Ideologi pluralisme, liberalisme, hak privasi dan kesetaraan dikonstruski oleh penulis teks JIL melalui (1) modus kalimat, (2) modalitas kalimat, (3) pronomina persona kehadiran diri, dan (4) bentuk pasif, dipaparkan sebagai berikut; Pertama, modus deklaratif dan imperatif digunakan oleh penulis teks JIL untuk menunjukkan suatu kebenaran yang mereka yakini.Modus imperatif dan interogatif dengan pola negasi dan retoris digunakan untuk mempertegas suatu kebenaran yang diyakini. Modus obligatif digunakan penulis untuk menunjukkan keharusan dan kemutlakan. Kedua, modalitas relasional dan ekspresif digunakan untuk menunjukkan konstruksi ideologi pluralime dan liberallisme JIL melalui otoritas terhadap partisipan. Otoritas tersebut ditunjukkan dengan mengemukakan gagasan dengan menggunakan otoritas Tuhan dan kewajiban yang harus dilakukan dalam memperjuangkan keberagaman dan kesetaraan.Otoritas yang dibangun melalui modalitas ekspresif ditunjukkan dengan kenyataan yang menghendaki perubahan karena perkembangan dan penggunaan akal yang bisa memenuhi kebutuhan manusia. Ketiga, pronomina persona ‘saya’ digunakan jika penulis teks JIL berada pada posisi yang mempertahankan ideology. Pronomina persona ‘kita’ digunakan oleh penulis teks JIL jika ideologi yang dikontruksi berupa penawaran yang dapat dipikirkan bersama antarpartisipan. Keempat, bentuk pasif dipilih oleh penulis teks JIL sebagai upaya mengkonstruksi ideologi pluralisme dan liberalisme dengan menyebut pihak lain yang bertentangan dengan ideologi yang diperjuangkan.

3. Konstruksi Ideologi JIL melalui Struktur Teks

Kajian struktur teks dalam wacana berisi rincian tentang (1) konvensi interaksional yang digunakan dan pengurutan serta penyusunan teks. Kajian tentang konvensi interaksional yang digunakan akan memerikan tentang  pengontrolan partisipan, yaitu (a) penegasan (b) pengarahan topik, dan (c) formulasi. Kajian tentang pengurutan dan penyusunan teks akan memerikan tentang penyusunan teks wacana ideologis secara berurutan dari awal sampai akhir (Santoso, 2003:214).Jaringan Islam Liberalisme (JIL) mengonstruksi ideologi melalui struktur dan penataan teks, yaitu (1) konvensi interaksional dan (2) penataan dan pengurutan teks. Penulis teks wacana JIL mengkonstruksi ideologi pluralisme dan liberalisme dan kesetaraan dengan memanfaatkan struktur teks berupa pengontrolan partisipan dan penataan teks. Pengontrolan partisipan dan penataan teks digunakan untuk mempengaruhi pikiran pembaca dengan ideologi yang diperjuangkan. Pengontrolan partisipan digunakan dalam teks berupa wawancara, sedangkan penataan teks digunakan dalam teks yang berupa pengembangan paragraf.

RIWAYAT HIDUP PENULIS

Nama                                : Dr. Firman, M.Pd

Tempat/Tgl Lahir        : Soppeng, 20 Februari 1965

Nama Istri                      : Wahidah, S.Ag.

Nama anak                    : Wafiah Sidqiyah (almarhumah), Ahmad Abu Rizki, Ahmad Adli Nawwar, Mutiah Khaeriyah, dan Mutmainnah Firman.

Pendidikan :

1. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Perguruan Islam Ganra, 1977

2. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Perguruan Islam Ganra, 1981.

3. SMA Muhammadiyah Watangsoppeng pada, 1984.

4. Fakultas Sastra, jurusan Sastra Indonesia UNHAS, 1991.

5. Program Pascasarjana (S2) di IKIP Makassar, 2002

6. Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, 2009.

7. Program Pascasarjana (S3) Universitas Negeri Malang, 2015